Posts

Merdeka

Jika pemuda bertebaran dijalanan Bukan lagi menyuarakan kebenaran Mengingatkan penguasa dan kedzaliman Gegap gempita coret dinding dan gapura Merdekakah kita? Mengais-ngais recehan penderma Atau bahkan memaksa lipatan angka Sisa uang belanja ibu tua Bersusah payah untuk apa? Membeli cat merah putih kiloan ternyata Maka bisa dipastikan itulah merdeka? Karang taruna dan anggotanya punya agenda Lomba catur hingga lomba dangdut akademi desa Berikan aku 10 pemuda, untuk memungut iuran warga. Tancapkan bambu, kibarkan sang saka. Riak tulang tulang muda tertumpuk Asyik mengikat kerupuk Botol bekas ditumpuk, dikais-kaislah karung goni yg lapuk, Pohon pinang runtuh ditebang dan dibujuk, Dibaluri jelantah, oli, dan serbuk, Kepenatan bernegara semuanya terdapuk Menyambut 74 dan hiruk pikuk, Aku mencari frasa_frasa yang tepat Hanya inikah sisa-sisa kejayaan? Dari gagahnya majapahit, samudera pasai, Gowa talo dan kerjaan setempat Merdeka seperti jalan ditempat Negara...

JANGAN BIARKAN PERPUSTAKAAN KITA MEMBUSUK

Gempuran smartphone yang sangat dahsyat  pastinya memberikan dampak yang sangat besar, dan tentunya dampak yang terjadi sangat variatif dan berpengaruh pada berbagai sisi dalam kehidupan masyarakat. Sekolah adalah lembaga yang selalu hadir dalam berbagai siklus perubahan, dan target pasar paling menjanjikan adalah sekolah. Mulai dari pasar kebaikan bahkan pasar keburukan, karena disadari atau tidak sekolah adalah lembaga peniru dan perubah jaman khususnya siswa sebagai satu bagian dari  stake holder  sekolah. JANGAN BIARKAN  PERPUSTAKAAN  KITA  MEMBUSUK Oleh : Ade Jaja Nurjaman Gempuran smartphone yang sangat dahsyat  pastinya memberikan dampak yang sangat besar, dan tentunya dampak yang terjadi sangat variatif dan berpengaruh pada berbagai sisi dalam kehidupan masyarakat. Sekolah adalah lembaga yang selalu hadir dalam berbagai siklus perubahan, dan target pasar paling menjanjikan adalah sekolah. Mulai dari pasar kebaikan b...

Tamparan - Tamparan Kehidupan

Simple alasan orang untuk berbuat baik, Pikirannya tidak liar dan tidak jauh, Sekali lagi sangat sederhana, Tanpa iming-iming apapun, Mereka orang baik akan tetap berjalan dengan prinsipnya. Anda pernah atau bahkan sering mendapati keanehan yang terdapat pada orang baik. Seperti bagi-bagi makanan gratis, tukang daun pisang naik haji, pemulung berqurban, 7 anak kecil iuran sapi qurban, anak tukang becak jadi jendral bintang 3, tukang tambal ban naik haji, Keadaan keadaan tadi, jika dipikir ulang seperti diluar nalar. Tapi mau atau tidak, suka ataupun tidak itu tetaplah sebuah fakta, dan itu adalah tamparan keras bagi kita para pemalasa dan penonton saja. Segala kondisi mereka yang kita anggap tidak wajar, justru mampu menghadirkan inspirasi, kekuatan motivasi, pikiran pikiran kebaikan mereka yang sederhana justru memberikan sentilan kepada kita yang berpikir terlalu panjang dan tidak pernah sama sekali merealisasikan kebaikan yang kita pikirkan.

Kebencian, Tidak Perlu Diwariskan

Tidak ada  GPS  atau kompas, Berita bohong liar mengalir deras, Menyerang berbagi penjuru terus tancap gas, Ulah orang culas, semua kena imbas. e Semua teriak rakyat harus di- edukasi , Biar cerdas tak termakan berita basi, Penuh kesesatan miskin esensi, Sore, petang hingga pagi, Kebohongan sesak memenuhi negeri, Tangan kita gatal tanpa kendali, Tebar  Hate speech   seperti punya nyali, Retweet, share, like , comment  sesuka hati, Penuh gairah menggasak bangkai saudara sendiri, Tidak mudah kawan, memulihkan hati yang tersakiti, Kita dulu terpecah, jasa pahlawan mengalahkan berbagai agresi, Mestinya kita sadar, ikatan mari kita rajut kembali. Kita adalah bangsa dewasa, Klarfikasi adalah penawar lara, Jiwa pemaaf , amarah bisa direda, Analoginya air dan api tidak pernah bersama, Hindari aduan, bawa kamera, share di media, Mari duduk bersama, mari ngopi, minum teh sedikit gula.     M...

KERJA

4 Huruf, kaya makna lulusan sekolah tersedot kuat, bak signal antena keberadaanya mahal ,langka layaknya ikan arwana tajuknya selalu dibawa, pengumbar janji modal naik tahta. juta lapangan kerja, bincang hangat saat pilkada. Bogor - Jakarta Kota sesak dari jam 3 subuh Nafas terengah, sampai di kantor lusuh Tinggalkan anak istri tak apa, kami memang buruh, kami bekerja karena butuh, kami ibadah tapaki rutinitas dengan tangguh. ingatlah kita punya batas, jangan kepala di bawah kaki di atas, diperbudak waktu kayak gak waras, nunggu sampai kapan? sampai hidung disumpal kapas? Jalan kita adalah keridhoan, bukan tumpukan uang semata tanpa keberkahan, hentilah sejenak, pikirkan, diam dalam renungan, jangan peluhnya hanya diperbudak recehan, ada tuhan yang punya catatan, luruskan niat, moga kerjamu menjadi jalan, jalan para hamba menuju tuhan. berharap keringatmu jadi kasturi kelak, lelahmu jadi ladang di surga tegak tangis doa jadi permadani indah di jannah berundak keluh kes...

Bola Mata Untuk Indonesia

Oleh Ade Jaja Nurjaman Sampai Pekan ini namamu kembali menyeruak. Memberi ketegasan ,tak sedikitpun terlihat muak. Aku sedikit paham, kepada siapa kau berpihak. Untuk rakyat bukan? Jaga negara tak perlu sorak Mesti matamu picak, Jutaan mata kau buat terbelalak. Subuh itu sepulang sembahyang Saat  embun pagi menyapa penuh kasih sayang Kala fajar menyongsong siang Datang orang tak bernama ,menabuh genderang Siramkan merkuri , memantik perang. Bang Novel, Pesanmu sangat heroik Kau sadarkan kami yang cuma komentar berisik Ternyata perlu nyali besar untuk jadi orang baik Saat kau ganggu manusia yang merasa terusik Merancang skenario, agar kau terluka dan tercekik. Aku bangga padamu bung !!! Kau relakan matamu hingga mengembung Kami berdo'a untukmu bung !!! Tuhan jaga kemuliaanmu hingga ujung Indonesia berhutang moral , kami terus dukung. Kau tertumpuk diantara tukang sabung Kami memilihmu, mendoakanmu penuh sanjung Tetaplah beridentitas, agar kelak kau naik kelas Rakyat cerdas, tau m...